Sastra
Kutukan atau Penyakit Keturunan? Membaca "Darah Maule" dalam Novel Hawthorne dari Sudut Pandang Medis
Dalam novel Hawthorne, Matthew Maule mengutuk Kolonel Pyncheon dengan kalimat yang terkenal: Tuhan akan memberinya darah untuk diminum. Kematian mendadak beberapa anggota keluarga Pyncheon kemudian dikaitkan dengan kutukan itu. Namun novel ini juga memberi ruang bagi penjelasan yang lebih rasional.
Bagian IKutukan dalam Cerita
Kolonel Pyncheon ditemukan meninggal di kursinya pada hari peresmian rumah, dengan darah di janggut dan kerahnya. Generasi-generasi berikutnya percaya kutukan Maule terus berlaku. Klimaks novel kembali menghadirkan kematian serupa pada keturunan Pyncheon lainnya.
Bagian IIPenjelasan Rasional dalam Novel
Hawthorne menyisipkan kemungkinan bahwa kematian-kematian itu disebabkan oleh kecenderungan penyakit dalam keluarga, yang pada masa itu sering disebut apoplexy, istilah lama untuk kematian mendadak seperti stroke atau perdarahan. Ia membiarkan pembaca memilih antara tafsiran gaib dan tafsiran alamiah.
Bagian IIISudut Pandang Medis Masa Kini
Ilmu kedokteran modern mengenal bahwa riwayat keluarga dapat meningkatkan risiko penyakit tertentu, seperti hipertensi, stroke, dan penyakit jantung. Namun risiko bukanlah takdir. Gaya hidup sehat, pemeriksaan tekanan darah rutin, dan pengobatan yang tepat dapat sangat menurunkan risiko.
Bila ada riwayat penyakit jantung atau stroke di keluarga, diskusikan dengan dokter dan tanyakan kepada apoteker tentang penggunaan obat yang diresepkan.
Bagian IVSastra sebagai Cermin Ketakutan Manusia
Kutukan Maule mencerminkan ketakutan manusia akan hal-hal yang diwariskan dan tidak bisa dikendalikan. Pengetahuan medis kini membantu kita mengubah ketakutan menjadi tindakan pencegahan.