Seni & Adaptasi
Romantisme Gelap: Hubungan Sastra Hawthorne dengan Seni Lukis Amerika Abad ke-19
Nathaniel Hawthorne sering digolongkan sebagai penulis Romantisme Gelap, arus sastra yang menyoroti sisi gelap manusia: dosa, rasa bersalah, dan misteri. Semangat serupa juga terlihat dalam seni lukis Amerika pada masa yang sama.
Bagian IApa Itu Romantisme Gelap?
Romantisme Gelap adalah istilah untuk karya-karya penulis seperti Hawthorne, Edgar Allan Poe, dan Herman Melville yang, berbeda dari optimisme sebagian penulis sezamannya, menekankan keterbatasan manusia, kejahatan, dan hal-hal yang tak terjelaskan.
Bagian IILanskap yang Dramatis
Pelukis lanskap Amerika abad ke-19 kerap menggambarkan alam dengan langit bergejolak, hutan lebat, dan cahaya dramatis. Alam digambarkan agung sekaligus mengancam, sejalan dengan suasana dalam sastra Romantisme Gelap.
Bagian IIIPotret Leluhur yang Mengawasi
Dalam The House of the Seven Gables, potret Kolonel Pyncheon yang tergantung di dinding seolah terus mengawasi keturunannya. Potret menjadi simbol kekuasaan masa lalu atas masa kini. Menariknya, Holgrave adalah seorang fotografer daguerreotype, seni potret baru yang menurut Hawthorne mampu menyingkap karakter asli seseorang.
Pertentangan antara lukisan tua dan foto modern adalah simbol pertemuan masa lalu dan masa depan dalam novel.
Bagian IVMembaca Novel seperti Melihat Lukisan
Deskripsi Hawthorne sangat visual: cahaya, bayangan, dan warna. Membayangkan setiap adegan sebagai lukisan dapat memperkaya pengalaman membaca.