Arsitektur

Jendela Berpetak dan Denah Rumah Kolonial: Membaca Arsitektur New England Abad ke-17

Rumah yang dikaitkan dengan novel The House of the Seven Gables di Salem dibangun pada 1668. Bangunan dari masa itu memiliki ciri arsitektur khas yang mencerminkan iklim, teknologi, dan cara hidup masyarakat kolonial New England.

Bagian IJendela Kaca Berpetak

Kaca pada abad ke-17 diproduksi dalam lembaran kecil dan mahal. Karena itu, jendela dibuat dari banyak kepingan kaca kecil berbentuk belah ketupat atau kotak yang disatukan dengan bilah timah. Pola kotak-kotak ini menjadi ciri visual rumah-rumah awal kolonial.

Bagian IICerobong Pusat dan Ruang Hangat

Banyak rumah dibangun mengelilingi cerobong besar di tengah. Perapian di beberapa ruangan berbagi satu cerobong sehingga panas tersimpan lebih baik di musim dingin yang panjang. Dapur dan ruang keluarga biasanya menjadi pusat aktivitas.

Bagian IIILantai Atas yang Menjorok dan Atap Curam

Sebagian rumah memiliki lantai atas yang sedikit menjorok keluar dari lantai bawah, gaya yang dibawa dari tradisi Inggris abad pertengahan. Atap yang curam dan atap pelana runcing membantu salju meluncur turun.

Rumah-rumah ini juga sering diperluas dan diubah oleh pemilik berikutnya, sehingga denahnya berlapis-lapis seperti sejarah keluarga.

Bagian IVMembaca Rumah seperti Membaca Novel

Hawthorne menggambarkan rumah sebagai cermin keluarga yang menghuninya. Mengenali detail arsitektur membuat kita lebih menghargai deskripsi dalam novel.

Catatan: artikel ini merupakan kolaborasi konten bersama mitra media thirteensquares.com. Jelajahi ringkasan novel, tokoh, dan biografi Hawthorne di beranda Hawthorne's Seven Gables.
arsitektur kolonialjendela berpetakrumah New Englanddenah rumah tuaSalem
B
Bima Prasetya

Kontributor Hawthorne's Seven Gables yang menulis tentang sastra klasik, sejarah, arsitektur, dan budaya baca.