Sejarah
Sastrawan dan Kebiasaan Berjalan Kaki: Bagaimana Alam Menginspirasi Hawthorne dan Rekan Sezamannya
Banyak penulis besar menemukan ide saat berjalan. Di New England abad ke-19, sastrawan seperti Nathaniel Hawthorne dan Henry David Thoreau akrab dengan jalan setapak, sungai, dan pegunungan yang kemudian muncul dalam karya mereka.
Bagian IHawthorne dan Pegunungan
Selain novel tentang rumah tua di Salem, Hawthorne menulis cerpen berlatar pegunungan White Mountains di New Hampshire, seperti The Great Stone Face dan The Ambitious Guest. Perjalanannya ke berbagai daerah memberinya bahan untuk menggambarkan alam yang megah sekaligus menakutkan.
Bagian IIConcord dan Para Penjalan Kaki
Di Concord, Hawthorne bertetangga dengan para pemikir transendentalis. Thoreau terkenal dengan kebiasaan berjalan berjam-jam setiap hari dan menulis esai berjudul Walking. Bagi mereka, alam adalah guru dan sumber renungan.
Bagian IIIBerjalan dan Kreativitas
Penelitian modern menunjukkan bahwa berjalan dapat membantu memunculkan ide-ide baru. Gerak tubuh yang ritmis dan suasana alam memberi ruang bagi pikiran untuk mengembara.
Banyak penulis masa kini juga menjadikan jalan pagi sebagai bagian dari rutinitas menulis.
Bagian IVCoba Sendiri
Ajak buku catatan kecil saat berjalan. Amati detail sekitar, lalu tuliskan kesan Anda. Siapa tahu, sebuah cerita lahir dari langkah-langkah sederhana.