Sejarah

Dapur dan Meja Makan dalam The House of the Seven Gables: Sarapan Phoebe dan Kehidupan Rumah Tangga

Di tengah suasana muram rumah tua, Hawthorne menghadirkan adegan-adegan sederhana tentang dapur dan meja makan. Adegan ini justru menjadi momen-momen paling hangat dalam novel.

Bagian ISarapan yang Mengubah Suasana

Salah satu adegan yang sering dikenang adalah ketika Phoebe menyiapkan sarapan pertama untuk Clifford setelah ia kembali ke rumah. Kehangatan makanan, kopi, dan cahaya pagi menjadi simbol kehidupan baru yang masuk ke rumah yang lama terasa mati.

Bagian IIToko Kecil Hepzibah

Hepzibah membuka toko kecil di salah satu ruangan rumah untuk menyambung hidup. Toko itu menjual barang-barang kecil seperti kue, permen, dan kebutuhan rumah tangga. Bagi seorang perempuan dari keluarga terpandang, membuka toko adalah pengorbanan harga diri yang besar.

Bagian IIIKuliner New England Abad ke-19

Dapur pada masa itu mengandalkan perapian atau kompor besi. Hidangan sehari-hari meliputi roti, bubur jagung, kacang panggang, ikan, dan sup. Kebun kecil di belakang rumah, seperti kebun keluarga Pyncheon dalam novel, menyediakan sayuran dan buah.

Ayam-ayam tua keturunan Pyncheon di kebun bahkan menjadi simbol keluarga yang menua.

Bagian IVMakanan sebagai Simbol

Dalam sastra, makanan sering melambangkan kasih sayang, kebersamaan, dan pemulihan. Perhatikan bagaimana Hawthorne menggunakan adegan makan untuk mengubah suasana cerita.

Catatan: artikel ini merupakan kolaborasi konten bersama mitra media fridascocina.com. Jelajahi ringkasan novel, tokoh, dan biografi Hawthorne di beranda Hawthorne's Seven Gables.
makanan dalam novel klasikdapur abad 19Phoebe Pyncheonkuliner New Englandsastra dan makanan
R
Redaksi Seven Gables

Kontributor Hawthorne's Seven Gables yang menulis tentang sastra klasik, sejarah, arsitektur, dan budaya baca.