Sejarah

Hawthorne dan Melville: Persahabatan Sastra yang Melahirkan Persembahan Moby-Dick

Pada musim panas 1850, dua penulis yang kelak dianggap raksasa sastra Amerika bertemu di pegunungan Berkshire, Massachusetts. Nathaniel Hawthorne dan Herman Melville, penulis kelahiran New York, menjalin persahabatan yang meninggalkan jejak penting dalam sejarah sastra.

Bagian IPertemuan di Berkshire

Hawthorne dan Melville bertemu dalam sebuah piknik bersama para penulis dan penerbit pada Agustus 1850. Saat itu Hawthorne sedang menulis The House of the Seven Gables, sementara Melville tengah bergulat dengan novel tentang perburuan paus.

Bagian IIEsai dan Kekaguman

Melville menulis esai Hawthorne and His Mosses yang memuji kedalaman dan sisi gelap tulisan Hawthorne. Ia melihat dalam karya Hawthorne keberanian menatap kegelapan jiwa manusia, sesuatu yang juga ia kejar dalam karyanya sendiri.

Bagian IIIPersembahan Moby-Dick

Ketika Moby-Dick terbit pada 1851, Melville mempersembahkannya kepada Nathaniel Hawthorne sebagai tanda kekaguman pada kejeniusannya. Tahun yang sama juga menjadi tahun terbitnya The House of the Seven Gables.

Surat-surat Melville kepada Hawthorne menunjukkan betapa berartinya persahabatan ini bagi Melville.

Bagian IVPersahabatan yang Meredup

Setelah Hawthorne pindah dari Berkshire, hubungan mereka tidak lagi sedekat sebelumnya. Namun persahabatan singkat itu tetap dikenang sebagai salah satu pertemuan paling bermakna dalam sejarah sastra Amerika.

Catatan: artikel ini merupakan kolaborasi konten bersama mitra media newyorklongboarder.com. Jelajahi ringkasan novel, tokoh, dan biografi Hawthorne di beranda Hawthorne's Seven Gables.
Hawthorne dan MelvilleMoby-Dickpersahabatan penulissastra AmerikaNew York
A
Arif Setiawan

Kontributor Hawthorne's Seven Gables yang menulis tentang sastra klasik, sejarah, arsitektur, dan budaya baca.